Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan:
علم بلا أدب كنار بلا حطب، و أدب بلا علم كروح بلا جسد
“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Adabul Imla’ wal Istimla’ [2], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [10]).
Yusuf bin Al Husain rahimahullah mengatakan:
بالأدب تفهم العلم
“Dengan adab, engkau akan memahami ilmu” (Iqtidhaul Ilmi Al ‘Amal [31], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17]).
Dari kutipan di atas kita dapat mengambil pelajarana bahwa adab saat menuntut ilmu sangat diperlukan. Berikut adab dalam menuntut ilmu yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari :
Adab Dalam Menuntut Ilmu
1. Mensucikan hati dari penyakit hati seprti dendam, hasad, riya dan sebagainya
2. Harus memperbaiki niat/ meluruskan niat. Niat menuntut Ilmu adalah mencari ridho Allah swt.
Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّـمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan apa yang ia niatkan.” [HR. Muslim (no. 1907)]
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وما لا يكون له لا ينفع ولا يدوم
“Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan
3. Berusaha memanfaatkan waktu/sesegera mungkin belajar
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya keyakinan (kematian).” [Al-Hijr: 99]
4. Qana'ah (merasa cukup/ menerima apa adanya)
Qana’ah disini maksudnya sikap seorang penuntut ilmu untuk bersikap memuliakan para ulama, mengakui keutamaan-keutamaan mereka serta memahami kesungguhan mereka dalam menjaga Islam melalui ilmu.
Qonaah menjadi sangat penting karena darinyalah terbangun sikap memuliakan para ulama, terbangun sikap berhati-hati dalam menilai apalagi sampai menjelekkan para ulama. Dari qonaah ini pula lah penuntut ilmu akan mendapatkan keberkahan dalam ilmunya.
5. Harus bisa membagi waktu .
- Waktu terbaik untuk menghafal : 1/3 malam terakhir/ sebelum tidur.
- Waktu terbaik untuk menerima Ilmu : sehabis such sampai dzuhur.
- Waktu terbaik untuk mengulang pelajaran : sehabis maghrib sampai sehabis isya'.
- Waktu untuk mengulang pelajaran tidak perlu les cukup membaca apa yang ditulis di pagi hari
6. Menyedikitkan makan dan minum
Hubungannya jika kita terlalu kenyang, kita jadi malas dan ngantuk. Biasakan pasa sunnah . Orang yang lebih banyak makan lebih beresiko terkena penyakit
"Siapa yang hidupnya hanyalah memikirkan is perutnya makan nilainya sama dengan apa yang dikeluarkannya
“Barangsiapa yang hanya memikirkan isi perutnya maka harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya” (Ali bin Abi Thalib r.a.)
7. Harus bersikap wara' (menjaga diri dari hal yang merusak diri)
“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.” (QS. Muhammad 33)
8. Menghindari makanan yang membuat malas/ menurunkan semangat belajar
- Makanan yang mengandung banyak gula dan minyak
- Makanan yang asam
9. Berusaha mengurangi tidur selama tidak membahayakan kesehatan.
Salah satu ciri orang bertakwa adalah sedikit tidur karena memanfatakan waktunya untuk hal yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS Adz-Dzariyat : 17-18)
10. Meninggalkan khalwat
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah berkhalwat dg seorang wanita tanpa mahramnya (wanita tersebut) karena yg ketiga adalah syaitan (HR Ahmad No. 14124, dari Jabir bin Abdullah



0 Komentar