Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah swt dimuka bumi. Manusia dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Manusia mempunyai jiwa dan raga serta mempunyai akal dan pikiran. Manusia dalam menjalani kehidupan ini diperlukanlah sebuah pengetahuan. Maka dari itu pendidikan untuk manusia sangatlah penting untuk mengetahui sebuah pengetahuan atau ilmu.



Pendidikan adalah hal yang sangat penting, karena di dunia ini negara pasti membutuhkan orang-orang yang berpendidikan. Pendidikan tersebut merupakan suatu hal untuk menuju kehidupan yang lebih baik yaitu dengan cara memperjuangkan dari yang terkecil hingga yang terbesar. Dengan adanya pendidikan tersebut berarti kita telah mempunyai bekal untuk mengejar apa yang kita targetkan atau cita-citakan, sedangkan apabila tanpa pendidikan tersebut maka apa yang kita inginkan akan menjadi sulit untuk terwujudkan.

Didunia inipun pada kenyataannya tidak semua orang yang berpendidikan menjadi sukses dalam perjalanan hidupnya, tetapi jika dibandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan maka yang berpendidikan jauh lebih baik daripada orang yang tidak mau berpendidikan. Dalam islam yang tertera dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik dijelaskan bahwa menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap orang islam. Selain itu menuntut ilmu merupakan sebagian dari ibadah. 

Dalam kenyataan didunia ini masih banyak anak yang kurang mendapatkan pendidikan,  salah satu contohnya yaitu anak yang berada di daerah pedalaman. Mereka cenderung sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dan kemungkinan didaerah pedalaman itu masih kurang tenaga pengajar pendidikan. Untuk itu seharuanya pemerintah lebih memperhatikan lagi masalah pendidikan di negara ini, karena pendidikan merupakan suatu hal yang wajib dan setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan. Bagi anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan seharusnya mampu menjalani pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya, karena nasib negara itu berada pada anak-anak bangsa ini.

Dalam menjalani sebuah pendidikan seharusnya ada keterlibatan orangtua yang penuh perhatian agar seorang anak bisa mempunyai semangat dalam belajar, karena setiap orangtua pasti menginginkan seorang anaknya untuk menjadi seorang yang pintar dan mampu berprestasi. Maka dari itu orangtua seharusnya bisa memberikan dukungan yang penuh terhadap anaknya dan mampu mengenalkan kepada anaknya mengenai tujuan serta pentingnya sebuah pendidikan. Orangtua seharusnya juga harus mengetahui bagaimana perkembangan seorang anak dalam pembelajaran. 

Selanjutnya yaitu orangtua juga harus  bisa menerapkan sikap disiplin kepada anaknya. Maksudnya adalah oangtua jangan terlalu memanjakan anaknya dalam segala hal. Orangtuapun juga harus mampu mengawasi anaknya dalam proses belajar yaitu dengan memastikan apakah seorang anak benar-benar belajar atau hanya mainan saja di kamarnya.

Selain orangtua, kita sebagai anak haruslah mampu mempunyai semangat untuk belajar. Jika mungkin nanti muncul sikap malas dalam belajar seharusnya seorang anak harus mampu berfikir bagaimana perjuangan orangtua yang telah bersusah payah dalam mencari nafkah untuk menyekolahkan seorang anak tersebut, seorang anak juga harus berfikir bagaimana ruginya jika ia malas belajar. Ia harus yakinlah bahwa pendidikan tersebut pasti berguna bagi dirinya. 

Walaupun terkadang terdapat masalah, tetapi sebesar apapun masalah itu pastilah ada jalan keluarnya dan setiap masalah yang terjadi itu pasti ada hikmahnya. Maka dari itu ketika dalam proses belajar kemungkinan terdapat masalah, hadapilah masalah tersebut tetaplah bersemangat, jangan lupa untuk terus berdoa, dan janganlah mudah menyerah. 

Jika muncul rasa malas untuk belajar dan malas mengerjakan tugas maka kerjakanlah suatu tugas tersebut dari tugas yang termudah terlebih dahulu, selain itu buatlah daftar apa saja yang akan dilakukan pada hari tersebut dan kemudian lakukanlah apa yang sudah tertulis tersebut, kemudian buatlah suasana belajar senyaman mungkin dan semenarik mungkin misalnya mengerjakan tugas dengan mendengarkan murotal untuk menenangkan hati dan fikiran. 

Selain itu cobalah untuk mencari sebuah motivasi. Ketika mengalami sebuah kegagalan maka bangkitlah yang terpenting adalah sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Karena sebuah kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Tidak ada yang namanya gagal tetapi hanya sebuah keberhasilan yang tertunda terlebih dahulu. 

Jangan pernah lelah untuk belajar.  

Jika kamu tidak sanggup untuk menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan (Imam Syafi’i).