“Baca! Dalam nama Tuhanmu yang telah menciptakan (semua yang ada) Dia telah menciptakan manusia dari bekuan darah (sepotong darah tebal yang terkumpul) Baca dan Tuhanmu yang paling banyak Dosa yang mengajar (yang menulis) oleh pena Dia telah mengajarkan manusia yang tidak dia ketahui ” [Qur’an, 96: 1-5].
Dalam QS Al-‘Alaq(96):1-5 di atas telah Allah swt. tegaskan bahwa kita sebagai Hamba Allah swt. kita disuruh untuk membaca. Membaca di sini dalam artian apa? Apa maksud dari membaca dengan nama Tuhan yang telah menciptakan? Kita simak berikut ini.
Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu pertama dari Allah swt. yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. melalui Malaikat Jibril pada saat Nabi sedang menyendiri di Gua Hira’.
Perintah membaca di sini adalah menuntut ilmu. Membaca ayat-ayat Allah swt. yang berupa ayat Kauniyah atau hal-hal yang ada di sekitar kita. Ilmu sendiri berasal dari Bahasa Arab ‘Ilm yang artinya adalah pengetahuan.
Di era modern saat ini, jika ingin mendapatkan kesuksesan hidup baik dunia maupun akhirat itu ada ilmunya. Menuntut ilmu pun tidak hanya di sekolah-sekolah dan tidak hanya pada usia remaja. Dari kecil pun kita sudah belajar (menuntut ilmu). Dari hal yang paling kecil seperti belajar berjalan, berbicara, cara makan dan minum dengan benar, dsb. Orang yang sedang tidak bersekolah juga menuntut ilmu. Seperti orang tua yang sedang belajar cara menggunakan sesuatu ataupun yang lainnya.
Membuat sesuatu pun ada ilmunya juga, seperti tutorial membuat suatu benda ataupun hal yang lainnya. Tiada suatu hal di dunia ini yang tidak dilandasi dengan ilmu. Maka Allah swt. menyuruh kita untuk membaca, belajar, menuntut ilmu demi meraih kesuksesan di dunia dan akhirat nanti.
Ingin sukses di dunia, maka pelajarilah ilmu dunia. Jika ingin sukses di akhirat kelak, maka pelajarilah ilmu Agama. Ilmu-ilmu tadi tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga diterapkan untuk merealisasikannnya.



0 Komentar