Setiap guru di kelas pasti menginginkan anak didiknya memiliki sikap kritis dan aktif. Berpikir kritis artinya menganalisis secara tajam terhadap segala sesuatu yang disampaikan kepadanya. Banyak keuntungan yang diperoleh karena menjadi siswa yang kritis dan aktif pada kegiatan pembelajaran di kelas, di antaranya menjadi ‘anak emas’ guru, ditandai sebagai siswa yang cerdas, mendapat nilai lebih, dan tidak mudah terhasut oleh informasi-informasi palsu alias hoax yang datang.

Biasanya, ciri-ciri siswa kritis dan aktif yang sering diamati oleh guru adalah.

Ciri - Ciri Siswa Kritis Dan Aktif


1. Kerap mengajukan pertanyaan


Siswa yang sering mengajukan pertanyaan baik yang berkaitan dengan pelajaran atau tidak biasanya dianggap merupakan siswa yang kritis. Hal ini karena siswa tersebut memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

2. Selalu memperhatikan


Siswa dengan pola pikir kritis cenderung selalu memperhatikan saat guru sedang menjelaskan pelajaran. Hal ini karena siswa yang kritis memiliki tingkat fokus yang tinggi.

3. Aktif terlibat diskusi


Baik dengan guru maupun teman sebaya, siswa yang kritis selalu terlibat diskusi dengan aktif. Dalam diskusi itulah mereka bisa menyatakan pendapat dan menanggapi pendapat siswa lain, tidak hanya menjadi peserta diskusi yang diam dan pasif.


4. Memiliki pendapat yang cenderung unik


Hal ini karena siswa yang memiliki pola pikir kritis sudah memikirkan secara dalam segala sesuatu, sehingga terkadang tanggapan mereka terhadap suatu hal agak berbeda atau unik dari pada tanggapan orang lain yang biasanya orang lain tidak terpikirkan akan hal itu. Istilah kerennya adalah out of the box.

Dengan begitu banyak keuntungan yang didapat dari memiliki pola pikir kritis dan selalu bersikap aktif dalam pelajaran, kita sebagai siswa seharusnya berupaya untuk memiliki dua sikap tersebut, dong. Berikut ini adalah tips untuk kamu-kamu yang sering merasa pasif di kelas, supaya lebih kritis dan aktif, sehingga bisa ternotis guru maupun siswa lain.


Tils Menjadi Siswa Kritis Dan Aktif


1. Tetap Fokus dalam Pelajaran


Untuk bisa mengkritisi sesuatu, kita harus meningkatkan tingkat kefokusan kita terhadap suatu hal yang tengah menjadi bahasan. Cara-cara untuk bisa mendapatkan fokus itu ada banyak, antara lain:

  • Banyak minum air putih. Minum air putih bisa menghindari kantuk yang berlebihan saat pelajaran.
  • Tidak memikirkan hal lain. Terkadang saat di kelas, siswa tidak memikirkan pelajaran tapi hal lain yang tidak seharusnya dipikirkan pada jam belajar. Oleh karena itu, cobalah untuk menyingkirkan hal-hal selain pelajaran tersebut.
  • Menyingkirkan benda-benda yang tidak berhubungan dengan pelajaran dan mengganggu jalannya kegiatan belajar. Contoh yang konkrit dan banyak terjadi adalah fenomena merebaknya teknologi smartphone di semua kalangan baru-baru ini, apalagi remaja. Di era global ini, sebagian besar orang sudah tidak bisa lepas dari smartphone, termasuk siswa dan mahasiswa. Memang teknologi sangat bermanfaat dalam pencarian informasi dan materi-materi pelajaran, tetapi ada baiknya jika kita mengurangi penggunaan smartphone pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain mengganggu, penggunaan smartphone saat belajar juga bisa mengurangi fokus.

2. Mengatur Waktu dengan Baik


Kita perlu memperhatikan pengaturan waktu dan jadwal kegiatan. Jangan sampai buruknya pengaturan waktu sampai mempengaruhi kegiatan belajar di kelas. Terlalu banyak begadang bisa menyebabkan mengantuk saat di kelas, sehingga mengurangi fokus dan mengakibatkan kita tidak bisa memperhatikan pelajaran dengan baik. Hal ini sering terjadi, apalagi di kalangan mahasiswa yang memiliki begitu banyak tugas. Untuk itu, kita perlu membuat jadwal dengan baik dan tidak boleh menunda-nunda pengerjaan tugas yang sudah ditentukan waktu pengumpulannya.

3. Meyakini bahwa Semua Hal yang Kita Pelajari Pasti Bermanfaat


Sering terjadi baik di kalangan sekolah menengah maupun dunia perkuliahan, siswa dan mahasiswa meremehkan materi-materi pelajaran yang mereka pelajari. Dengan alibi bahwa materi-materi tersebut tidak akan ditanyakan kembali di dunia kerja, semangat belajar mereka pun menurun. 

Hal ini merupakan fenomena yang sudah biasa namun cukup memprihatinkan dan menjadi salah satu faktor buruknya pendidikan di Indonesia. Kita perlu meyakini bahwa semua hal yang terjadi pasti ada manfaatnya, termasuk materi pembelajaran yang kita pelajari. Mungkin cita-cita kita tidak berhubungan dengan materi pelajaran, tetapi dalam pelajaran itulah kita mendapat banyak hal yang bermanfaat untuk diterapkan di dunia kerja, seperti sifat gigih, ulet, kerja keras, dan tanggung jawab.

Itulah beberapa tips yang dapat diterapkan oleh kamu-kamu yang ingin punya sikap kritis dan aktif di kelas. Semoga membantu. (